Minggu, 10 Juni 2012
Membangun sebuah kaejaiban
Ya Allah apa yang harus aku lakukan??
Beri keluarga ini petunjukMu wahai pemberi petunjuk, sang maha pengasih lagi maha penyayang...!
Bunda menantimu sayang....
anakku sayang yang ada disurga.... bunda disini nak menantimu.... bunda ingin segera memelukmu, menciummu, menimang nimang kamu, dan mengajarimu menjadi anak yang Sholeh/Sholeheh.
Kamis, 20 Oktober 2011
surat lamaran bahasa inggris
Rabu, 19 Oktober 2011
askep uretheroplasty
REPAIR HIPOSPADIA
DEFINISI
HIPOSPADIA Kelainan congenital pada penis
OUE : - proximal dari Gland
- ventral
Chorde Å/
Insidensi
§ 1 : 300 / kelahiran bayi laki-laki
( Sweet , et.all.; 1974 )
§ Perlu penangananàCermat àTepat
§ Sehingga Komplikasi di minimalisir
C. ETIOPATOGENESIS
§ Kausa pasti à belum diketahui
à multifaktor
§ Faktor : 1. Genetik à sangat berperan
2. Etnik & Geografis
3. Hormonal
4. Pencemaran Lingkungan
E. KLASIFIKASI
Barcat (1973) ANTERIOR 65 % – 70 %
* Glandular
* Coronal
* Anterior Penil
- MIDDLE HYPOSPADIAS
* 10 %
* Middle Penile
- POSTERIOR HYPOSPADIAS
* 20 %
* Posterior Penil
* Penoscrotal
* Perineal
F. TERAPI
§ Tujuan : - Anatomi
- Fungsi
§Yang perlu di pertimbangkan dalam repair hipospadia
1.Usia
2.Tipe Hipospadia
3.Ukuran Penis
4.Chordee +/-
§ Pengalaman dan kepercayaan operator sangat menentukan tahapan dan keberhasilan operasi
* 2 hal pokok dalam repair hipospadia
1. Release chordee
2. Urethroplasty
* Waktu ideal
6 bulan 18 bulan
sebaiknya sebelum sekolah

Ada 3 tipe rekonstruksi hipospadia
1. Methode Duplay - Untuk tipe penil - Kulit penil / scrotum untuk flap

| Ada 3 tipe rekonstruksi hipospadia 1. Methode Duplay - Untuk tipe penil - Kulit penil / scrotum untuk flap |
|
|

HASIL PENELITIAN
|
|
|
|
|
PATHWAYS
Repair hipospadia
• 

Usia Tehnik operasi
• 


Tipe hipospadia
• 
Chorde Å/ Hasil
• Ukuran penis Satu tahap

|
|
|
|
KESIMPULAN
§ Repair hipospadia antara satu tahap dengan dua tahap untuk terjadinya komplikasi tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05).
§ Kejadian komplikasi pasca repair hipospadia yang paling banyak yaitu fistula urethrocutaneus(12,69%).
§ Kepecayaan diri dan pengalaman operator menentukan tentang tahap dan keberhasilan operasi.
§ Di sarankan penanganan hipospadia dilakukan dengan operasi satu tahap.
| DIAGNOSA | TUJUAN | INTERVENSI | RASIONAL |
| PRA OPERASI Kecemasan/ansietas b/d kurangnya pengetahuan mengenai kondisi,prognosis, dan kebutuhan pengobatan INTRA OPERASI Resiko tinggi terhadap perubahan suhu tubuh b/d penggunaan obat/zat anerstesi PASCA OPERASI Tidak efektif pola nafas b/d neuromuscular, ketidakseimbangan perceptual/kognitif Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan hilangnya cairan tubuh secara tidak normal(perdarahan, muntah, dll) Gangguan rasa nyaman,nyeri akut b/d gangguan integritas kulit jaringan | Kecemasan/ansietas hilang/berkurang satelah dilakukan asuhan keperawatan dalam1X20 menit, dengan criteria hasi, klien akan :: a. mengutarakan proses penyakit/proses preoperasi dan harapan pasca operasi b. melakukan prosedur yang diperlukan untuk menjelaskan alasan dari suatu tindakan c. memulai perubahan gaya hidup yang dperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan Suhu tubuh dalam batas normal dan stabil setelah dlakukan asuhan keperawatan selama 1X30 menit, dengan criteria hasil. klien akan : mempertahankan suhu tubuh dalam jangkauan normal Setelah dlakukan tindakan keperawatan 1X30 menit, polanafas stabil efektif, dengan KH, klien akan: Menetapakn pola napas yang normal/efektif dan bebas dari sianosis atau tanda-tanda hipoksia lainnya Volume cairan pasien dapat dipertahankan dalam batas normal setelah dilakukan tindakan keperawatan 1X24jam,dengan KH klien akan: mendemonstrsikan keseinbangan cairan yang adekuat, TTV stabil, turgor kulit normal, membran mukosa lembab, Pengeluaran urine yang sesuai Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam nyeri akan berkurang, dengan KH, klien akan : mengatakan bahwa rasa sakit telah terkontrol/ dihilangkan Tampak santai dapat beristirahat/tidur dan ikut serta dalam aktiftas sesuai kemampuan. | Kaji tingkat pemahaman pasien Gunakan sumber-sumber pengajaran, sesuai keadaan Melaksanakan program pengajaran pra operasi individual Informasikan pasien/orang terdekat mengenai rencana perjalanan, komunikasi dokter/orang terdekat Sediakan pengukuran suhu pada pasien dengan elevasi suhu operasi Catat elevasi suhu yang cepat/ demam tinggi menetap dan obati secara tepat per protocol Sediakan selimut penghangat pada saat saat darurat untuk anestesi Pertahankan jalan udara klien dengan memiringkan kepala, hiperekstensi rahang, aliran udara faringeal oral Lakukan latihan gerak sesegera mungkin pada pasien yang reaktif dan lanjutkan pada periode pasca operasi Berikan bantuan pengukuran berkemih sesuai kebutuhan Periksa pembalut, alat drein pada interval reguler Pantau suhu kulit,palpasi denyut perifer Evaluasi rasa sakut secara reguler, catat karakteristik, lokasi dan intensitas. Dorong penggunaan tehnik relaksasi Lakukan reposisi sesuai petunjuk | Berikan fasilitas perencanaan program pengajaran Media khusus akan dapat memenuhi kebutuhan pasian untuk belajar Meningkatkan pemahaman atau kontrol pasien dan memungkinkan partisipasi dalam perawatan pasca operasi Informasi logistik mengenai jadwal dan kamar operasi, mencegah keraguan dan kebingungan akan kesehatan pasian, dan prosedur yang akan dilakukan Irigasi dan pemajana permukaan kulit keudara mungkin dibutuhkan untuk menurunkan suhu Hipertermia malignan harus diobati dan dikenali dengan tepat untuk menghindari komplikasi yang serius Anestesi inhalasi akan menekan hipotalamus, dan mengakibatkan regulasi suhu tubuh Mencegah obstruksi jalan nafas Fentilasi dalam yang aktif membuka alveolus, mengeluarkan sekresi, meningkatkan pengangkutan oksigen, membuang gas anestesi Peningkatkan relaksasi otot perineal dan memudahkan upaya pengosongan. Perdarahan yang berlebihan dapat mengacu kepada hipovolemia atau hemoragi. Pembengkakan local mungkin mengindikasikan formasi hematoma/p erdarahan. Kulit yang dingin lembab, denyut yang lemah mengindikasikan penurunan sirkulasi perifer dan dibutuhkan untuk pemberian cairan tambahan Sediakan informasi mengenai kebutuhan/evektivitas intervensi. Lepaskan tegangan emosional dan otot Memungkinkan mengurangi rsa sakit dan meningkatka serkulasi. Posisi semi-fowler dapat mengurangi tegangan otot abdominal dan otot punggung arthritis, sedangkan minring mengurangi tekanan dorsal. |
DAFTAR PUSTAKA
| [+/-] |
Membangun sebuah kaejaiban |
Anak adalah suatu keajaiban. Dimana semua tawa, canda dan bahagia selalu mengiringinya. Terkadang aku miris melihat dan mendengar berita tentang pembunuhan terhadap malaikat kecil ini. Ya Allah.... ada apa sebenarnya dibalik ini semua. Di lain sisi banyak orang yang menginginkan segera hadirnya seorang malaikat kecil, disisi lain ada oknum yang tega menghabisi nyawa anaknya sendiri. Sungguh sebuah Ironi di bumi ini. Tuhan.... hatiku sedang sedih, keluarga ini kesepian tanpa hadirnya seorang malaikat kecil. Terkadang kami iri dengan orang orang yang mampu mengangkat tinggi anaknya ke udara dan menyanyikan lagu kasih sayang. Kami ingin seperti itu ya Allah. Jawablah keinginan kami ini Ya Robb... Ar Rohman, Ar Rohim
| [+/-] |
Ya Allah apa yang harus aku lakukan?? |
Apa yang harus aku lakukan ya Allah..??? mengapa keinginan untuk segera menimang anak sangat besar.... walaupun hal itu belum terjadi. Ya Allah... janganlah engkau biarkan hambamu ini bersedih. Aku percaya, yakin seyakin yakinnya.... engkau tidak akan membiarkan keluaga ini bersedih. berilah keluarga ini petunjukMu ya Allah. tanpa daya dariMu. aku hanyalah orang yang kecil tak berdaya. Semua adalah kehendakmu Ya Allah. Hadikanlah malaikat kecil itu Ya Allah. hamba mohon.... hamba siap dengan segala konsekuensinya. hamba mohon ya Allah.... Engkau akan mengabulkan doa kami, kami percaya itu Ya Robb....
Beri keluarga ini petunjukMu wahai pemberi petunjuk, sang maha pengasih lagi maha penyayang...!
| [+/-] |
Bunda menantimu sayang.... |
3 bulan sudah masa lajang itu aku tinggalkan. Mulai saat itu aku sadar banyak sekali Kuasa Allah yang aku alami. Allah begitu agung dan maha segalanya, aku rasakan dari penantian datangnya malaikat kecil dikehidupanku. Ternyata belum diberi amanah untuk itu. hatiku sedih, suamiku pun ikut sedih. Beliau sangat mendambakan hadirnya malaikat kecil itu. Ya Allah.... sebenarnya apa yang ingin engkau tunjukkan kepada kami. Aku begitu takut suamiku menjadi putus asa ataupun berprasangka buruk. Ya Allah ... lewat curahan kasih ini, sampaikan kepada malaikat kecil kami disurga sana. Kami siap menyayanginya. Ya Allah.... doa apalagi selain meminta dan memohon kepada Engkau yang maha Agung, supaya keluarga kami tidak kesepian lagi... Masa penantian ini semoga segera berubah dengan masa bahagia. amien. Ya Allah...
anakku sayang yang ada disurga.... bunda disini nak menantimu.... bunda ingin segera memelukmu, menciummu, menimang nimang kamu, dan mengajarimu menjadi anak yang Sholeh/Sholeheh.
| [+/-] |
surat lamaran bahasa inggris |
| [+/-] |
askep uretheroplasty |
REPAIR HIPOSPADIA
DEFINISI
HIPOSPADIA Kelainan congenital pada penis
OUE : - proximal dari Gland
- ventral
Chorde Å/
Insidensi
§ 1 : 300 / kelahiran bayi laki-laki
( Sweet , et.all.; 1974 )
§ Perlu penangananàCermat àTepat
§ Sehingga Komplikasi di minimalisir
C. ETIOPATOGENESIS
§ Kausa pasti à belum diketahui
à multifaktor
§ Faktor : 1. Genetik à sangat berperan
2. Etnik & Geografis
3. Hormonal
4. Pencemaran Lingkungan
E. KLASIFIKASI
Barcat (1973) ANTERIOR 65 % – 70 %
* Glandular
* Coronal
* Anterior Penil
- MIDDLE HYPOSPADIAS
* 10 %
* Middle Penile
- POSTERIOR HYPOSPADIAS
* 20 %
* Posterior Penil
* Penoscrotal
* Perineal
F. TERAPI
§ Tujuan : - Anatomi
- Fungsi
§Yang perlu di pertimbangkan dalam repair hipospadia
1.Usia
2.Tipe Hipospadia
3.Ukuran Penis
4.Chordee +/-
§ Pengalaman dan kepercayaan operator sangat menentukan tahapan dan keberhasilan operasi
* 2 hal pokok dalam repair hipospadia
1. Release chordee
2. Urethroplasty
* Waktu ideal
6 bulan 18 bulan
sebaiknya sebelum sekolah

Ada 3 tipe rekonstruksi hipospadia
1. Methode Duplay - Untuk tipe penil - Kulit penil / scrotum untuk flap

| Ada 3 tipe rekonstruksi hipospadia 1. Methode Duplay - Untuk tipe penil - Kulit penil / scrotum untuk flap |
|
|

HASIL PENELITIAN
|
|
|
|
|
PATHWAYS
Repair hipospadia
• 

Usia Tehnik operasi
• 


Tipe hipospadia
• 
Chorde Å/ Hasil
• Ukuran penis Satu tahap

|
|
|
|
KESIMPULAN
§ Repair hipospadia antara satu tahap dengan dua tahap untuk terjadinya komplikasi tidak ada perbedaan yang bermakna (p>0,05).
§ Kejadian komplikasi pasca repair hipospadia yang paling banyak yaitu fistula urethrocutaneus(12,69%).
§ Kepecayaan diri dan pengalaman operator menentukan tentang tahap dan keberhasilan operasi.
§ Di sarankan penanganan hipospadia dilakukan dengan operasi satu tahap.
| DIAGNOSA | TUJUAN | INTERVENSI | RASIONAL |
| PRA OPERASI Kecemasan/ansietas b/d kurangnya pengetahuan mengenai kondisi,prognosis, dan kebutuhan pengobatan INTRA OPERASI Resiko tinggi terhadap perubahan suhu tubuh b/d penggunaan obat/zat anerstesi PASCA OPERASI Tidak efektif pola nafas b/d neuromuscular, ketidakseimbangan perceptual/kognitif Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan hilangnya cairan tubuh secara tidak normal(perdarahan, muntah, dll) Gangguan rasa nyaman,nyeri akut b/d gangguan integritas kulit jaringan | Kecemasan/ansietas hilang/berkurang satelah dilakukan asuhan keperawatan dalam1X20 menit, dengan criteria hasi, klien akan :: a. mengutarakan proses penyakit/proses preoperasi dan harapan pasca operasi b. melakukan prosedur yang diperlukan untuk menjelaskan alasan dari suatu tindakan c. memulai perubahan gaya hidup yang dperlukan dan ikut serta dalam regimen perawatan Suhu tubuh dalam batas normal dan stabil setelah dlakukan asuhan keperawatan selama 1X30 menit, dengan criteria hasil. klien akan : mempertahankan suhu tubuh dalam jangkauan normal Setelah dlakukan tindakan keperawatan 1X30 menit, polanafas stabil efektif, dengan KH, klien akan: Menetapakn pola napas yang normal/efektif dan bebas dari sianosis atau tanda-tanda hipoksia lainnya Volume cairan pasien dapat dipertahankan dalam batas normal setelah dilakukan tindakan keperawatan 1X24jam,dengan KH klien akan: mendemonstrsikan keseinbangan cairan yang adekuat, TTV stabil, turgor kulit normal, membran mukosa lembab, Pengeluaran urine yang sesuai Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam nyeri akan berkurang, dengan KH, klien akan : mengatakan bahwa rasa sakit telah terkontrol/ dihilangkan Tampak santai dapat beristirahat/tidur dan ikut serta dalam aktiftas sesuai kemampuan. | Kaji tingkat pemahaman pasien Gunakan sumber-sumber pengajaran, sesuai keadaan Melaksanakan program pengajaran pra operasi individual Informasikan pasien/orang terdekat mengenai rencana perjalanan, komunikasi dokter/orang terdekat Sediakan pengukuran suhu pada pasien dengan elevasi suhu operasi Catat elevasi suhu yang cepat/ demam tinggi menetap dan obati secara tepat per protocol Sediakan selimut penghangat pada saat saat darurat untuk anestesi Pertahankan jalan udara klien dengan memiringkan kepala, hiperekstensi rahang, aliran udara faringeal oral Lakukan latihan gerak sesegera mungkin pada pasien yang reaktif dan lanjutkan pada periode pasca operasi Berikan bantuan pengukuran berkemih sesuai kebutuhan Periksa pembalut, alat drein pada interval reguler Pantau suhu kulit,palpasi denyut perifer Evaluasi rasa sakut secara reguler, catat karakteristik, lokasi dan intensitas. Dorong penggunaan tehnik relaksasi Lakukan reposisi sesuai petunjuk | Berikan fasilitas perencanaan program pengajaran Media khusus akan dapat memenuhi kebutuhan pasian untuk belajar Meningkatkan pemahaman atau kontrol pasien dan memungkinkan partisipasi dalam perawatan pasca operasi Informasi logistik mengenai jadwal dan kamar operasi, mencegah keraguan dan kebingungan akan kesehatan pasian, dan prosedur yang akan dilakukan Irigasi dan pemajana permukaan kulit keudara mungkin dibutuhkan untuk menurunkan suhu Hipertermia malignan harus diobati dan dikenali dengan tepat untuk menghindari komplikasi yang serius Anestesi inhalasi akan menekan hipotalamus, dan mengakibatkan regulasi suhu tubuh Mencegah obstruksi jalan nafas Fentilasi dalam yang aktif membuka alveolus, mengeluarkan sekresi, meningkatkan pengangkutan oksigen, membuang gas anestesi Peningkatkan relaksasi otot perineal dan memudahkan upaya pengosongan. Perdarahan yang berlebihan dapat mengacu kepada hipovolemia atau hemoragi. Pembengkakan local mungkin mengindikasikan formasi hematoma/p erdarahan. Kulit yang dingin lembab, denyut yang lemah mengindikasikan penurunan sirkulasi perifer dan dibutuhkan untuk pemberian cairan tambahan Sediakan informasi mengenai kebutuhan/evektivitas intervensi. Lepaskan tegangan emosional dan otot Memungkinkan mengurangi rsa sakit dan meningkatka serkulasi. Posisi semi-fowler dapat mengurangi tegangan otot abdominal dan otot punggung arthritis, sedangkan minring mengurangi tekanan dorsal. |


